Share

Soal Tambahan Pupuk, Bojonegoro Sudah Surati Kementan

alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2014 inipun sebagian telah digunakan untuk kebutuhan pada awal tahun lalu. Menurut Djupari, penyebab lain dari meningkatnya kebutuhan pupuk di Bojonegoro adalah banyaknya petani tepian hutan dan tegalan yang ikut menanam padi

Bojonegoro (Media Center) – Guna mencukupi kebutuhan pupuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) BojonegoroJawa Timur, melalui Dinas Pertanian (Disperta) telah mengirimkan surat pengajuan alokasi tambahan pupuk. “Surat untuk Kementan tersebut ditandatangani pak Bupati, diantaranya kepada produsen pupuk,” jelas Ahmad Djupari, Kepala Disperta Bojonegoro.

Dijelaskan sesuai surat tersebut, Bojonegoro mengajukan alokasi tambahan berupa pupuk Urea 31.335 ton, SP 36 10.643 ton, ZA 13.942 ton, NPK 79.174 ton dan Petroganik 183.619 ton. Jumlah sebesar itu, adalah ajuan tambahan dari alokasi pupuk bersubsidi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 84 tahun 2013 yaitu Urea 41.302 ton, SP 36 12.537 ton, ZA 12.363 ton, dan Petroganik 17.834 ton.

Menurut Djupari, jumlah sebesar itu masih dirasa belum dapat mencukupi kebutuhan petani di Bojonegoro, yang pada tahun 2014 ini diperkirakan luas areal tanam untuk komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan luasnya mencapai 379.640 hektare. “Bila tak ada tambahan pupuk, maka kelangkaan akan terus terjadi,” tegasnya.

Bahkan, alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2014 inipun sebagian telah digunakan untuk kebutuhan pada awal tahun lalu. Menurut Djupari, penyebab lain dari meningkatnya kebutuhan pupuk di Bojonegoro adalah banyaknya petani tepian hutan dan tegalan yang ikut menanam padi. (*/mcb)

Leave a Comment