Share

Songsong MEA, Peluang Produk Lokal Bojonegoro di Pasar Internasional

Bojonegoro (Media Center) – Keberadaan Industrialisasi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro, mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang sangat pesat. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi adanya dampak buruk terhadap perkembangan ekonomi utamanya bagi pelaku usaha kecil dalam menyongsong Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dengam sistem MEA ini, koperasi dan UMKM diharapkan lebih berdaya saing mandiri dalam menyongsong pasar bebas. Sehingga, saat MEA diberlakukan pada akhir 2015 mendatang akan membawa peluang sekaligus tantangan bagi ekonomi Indonesia salah satunya Bojonegoro.

“Nantinya negara anggota ASEAN akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik di berbagai negara,” kata Kepala dinas Koperasi & UMKM, Nuzulul Hudaya.

Dia menjelaskan, melalui MEA akan terjadi integrasi berupa “free trade area” (area perdagangan bebas), penghilangan tarif perdagangan antar negara ASEAN, serta pasar tenaga kerja dan pasar modal yang bebas. Hal ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tiap negara.

“Sehingga harus dilakukan penguatan koperasi dan UMKM,” tegasnya.

Alasannya, koperasi dan UMKM inilah yang akan paling merasakan dampaknya atas perjanjian AEC yang sudah ditandatangani oleh sepuluh negara Asean. Karena itu, perlu adanya langkah-langkah strategis yang harus dipersiapkan dari sekarang.

“Tantangan yang dimaksud adalah kesiapan pelaku koperasi dan UMKM,” tambahnya.

Nuzulul Hudaya menilai, sekarang ini sumber daya manusia dalam mengembangkan koperasi maupun UMKM masih rendah. Dia mencontohkan koperasi misalnya, dari jumlah koperasi di Bojonegoro sebanyak 1.112, sebagian besar usahanya masih berkutat masalah simpan pinjam. Padahal banyak sektor riil yang bisa dikembangkan.

“Ini sebuah tantangan dan peluang agar produk lokal bisa bebas dipasarkan ke tingkat Internasional,” pungkasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment