Share

Stunting Masalah Bersama, DP3AKB Beri Penyuluhan Lewat Program Radio

Bojonegoro – Ayo Mas Bro, Radio Pemerintah Malowopati FM terus mengedukasi masyarakat. Kali ini Bersama bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, Rabu (23/6/2021) dengan mengusung tema Remaja Keren, Cegah Stunting.

Dipandu penyiar Lia Yunita, tiga narasumber terkait mendatangkan Kasi Ketahanan Remaja Dinas P3AKB Khotibul Umam, Ketua Insan GenRe Kab. Bojonegoro Jamaludin Ahmad Husein, dan Ketua CoE PIK Remaja Bojonegoro M. Alifka Rizky.

Kasi Ketahanan Remaja DP3AKB Khotibul Umam menyampaikan ada tiga hal umum penyebab tingginya stunting. Yaitu asupan gizi, pola asuh anak balita, dan pernikahan anak. Selama 2020, jumlah remaja yang mengajukan dispensasi kawin (diska) meningkat pesat dibanding 2019. Hal itu tentu mempengaruhi jumlah stunting di Bojonegoro.

Data 2020, di Bojonegoro ada 617 diska. Jika dibandingkan 2019 hanya 199 diska.

“Pencegahan stunting dimulai dari dalam kandungan dengan menjaga asupan gizi sejak usia remaja. Kandungan zat besi harus banyak dikonsumsi. Seperti 4 sehat 5 sempurna, protein, dan asupan lain agar bayi dalam kandungan tetap sehat,” jelasnya.

Lanjutnya, bentuk pencegahan stunting juga bisa melalui melalui Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dan Ikatan Satuan Generasi Bencana atau Insan GenRe.

Dengan upaya yang telah dilakukan, DPK3AKB berharap agar PIK-R, Insan GenRe, serta seluruh masyarakat Bojonegoro bersinergi untuk menyerukan kepada semua remaja agar menjadi generasi muda berencana. Hal terpenting lainnya yakni merencanakan pernikahan dan kehamilan secara matang, pemenuhan asupan gizi, serta inisiasi menyusui dini yang menjadi bagian penting pula dalam pemenuhan gizi.

Selain itu, Sex Education, reproduksi, dan pernikahan dini menjadi materi penting untuk remaja. Hadirnya PIK-R di Bojonegoro memiliki peran yang bisa membantu mengedukasi melalui dua bidang, yaitu pendidikan melalui sosialisasi di sekolah – sekolah dan masyarakat melalui sosialisasi ke desa – desa.

“Karena banyak remaja yang umumnya tidak punya teman untuk curhat, maka disinilah peran PIK-R untuk memfasilitasi teman – teman sebagai tempat curhat. Santai saja, bisa konsultasi lewat WhatsApp atau kalau mau sambil ngopi juga,” tutur Ketua CoE PIK-R Rizky

Begitu pula dengan Insan GenRe (Generasi Berencana) yang menaungi PIK R, Satuan Karya (Saka), dan Duta GenRe. Salah satu binaan Insan GenRe, Duta GenRe nantinya akan menjadi jembatan untuk melakukan sosialisasi program dari BKKBN. Hingga kini, Insan GenRe telah mengumpulkan 103 PIK-R se-Bojongeoro untuk diedukasi tentang pernikahan dini. Sosialisasi berupa kesehatan reproduksi dan pernikahan dini.

Ketua Insan GenRe Jamal menambahkan, output yang diharapkan dari kegiatan – kegiatan tersebut dapat disebarluaskan ke masyarakat, terutama remaja Bojonegoro.

“Kalo remaja sudah terlanjur nikah, ya kita harus bisa menjadi pendengar yang baik, konselor sebaya, dan memberi masukan,” imbuhnya. (tf/cs)

Leave a Comment