Share

Sulit Air, Lahan Pertanian Terancam Kekeringan

Ratusan hektar lahan pertanian di wilayah Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro terancam gagal panen akibat dilanda kekeringan.

Bojonegoro (Media Center) – Ratusan hektar lahan pertanian di wilayah Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro terancam gagal panen akibat dilanda kekeringan. Sawah tadah hujan yang terletak tak jauh dari ladang minyak dan gas (migas), lapangan Banyuurip, Blok Cepu ini merupakan lahan tadah hujan.

Untuk menghindari gagal panen, para petani harus mengambil air dari dusun lain dan mengangkutnya menggunakan mobil pikap. “Setiap hari ada ratusan jeriken berisi air itu yang diangkut lalu dipakai untuk mengairi tanaman jagung di sawah,” ujar Suparji, petani di Desa Mojodelik.

Lahan sawah Desa Mojodelik dikenal sebagai tadah hujan. Lahan persawahan ini hanya mengandalkan pengairan dari air hujan atau pengairan dari Sungai Kali Gandong yang melintas di kawasan desa ini.

Menurut Suparji, saat memasuki musim kemarau, para petani menanam palawija seperti jagung, kedelai, dan kacang hijau. Meski tanamn jagung tak membutuhkan banyak air, namun, tanaman jagung membutuhkan pengairan yang cukup untuk tumbuh. (**mcb)

Leave a Comment