Share

Surat Suara Tertukar, KPU Jadwalkan Pemungutan Ulang

Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa surat suara yang tertukar dan sudah dihitung ini tidak sah atau batal. Sementara yang belum dilakukan penghitungan agar tidak dilakukan penghitungan untuk surat suara yang tertukar ini.

Bojonegoro (Media Center) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro telah menerima Surat Edaran (SE) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tentang penanganan surat suara yang tertukar, Rabu (9/4/2014) malam usai menggelar rapat bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bojonegoro.

Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa surat suara yang tertukar dan sudah dihitung ini tidak sah atau batal. Sementara yang belum dilakukan penghitungan agar tidak dilakukan penghitungan untuk surat suara yang tertukar ini.

Selanjutnya, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) diminta untuk mengisi berita acara Model C dan Formulir Model C1 serta lampirannya sesuai dengan hasil penghitungan suara yang tertukar. KPPS juga diminta untuk menyampaikan laporan kepada KPUK melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk mengusulkan pemungutan suara ulang untuk lembaga perwakilan yang surat suaranya tertukar saja.

“Saat ini masih koordinasi dengan Panwas untuk penjadwalan pemungutan ulang,” ujar ketua KPUK Bojonegoro, Mundzar Fahman.

Untuk pemungutan ulang ini, pihak KPU telah menyiapkan 5000 surat suara cadangan yang dari masing-masing dapil memiliki jatah 1000 surat suara cadangan. Surat suara cadangan ini penggunaannya harus melalui beberapa kriteria atau syarat tertentu misalnya terjadi bencana, atau adanya keberatan yang diputuskan untuk pemilu ulang. (*/lyamcb)

Leave a Comment