Share

Susun Draft Raperda Sumur Tua

Bojonegoro (Media Center) – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro mulai merumuskan peraturan daerah (Perda) inisiatif Sumur Tua.

Saat ini rumusan perda tersebut masih dilakukan penggodokan dengan menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS). Hal ini dilakukan untuk menyusun draf akademik sebelum dibahas dengan eksekutif.

Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito mengatakan, penyusunan draft perda sumur tua dianggap krusial karena selain mandat dari pimpinan DPRD, juga untuk menyelesaikan beragam masalah yang terjadi di sumur tua.

“Kita butuh regulasi yang tepat untuk mengelola sumur tua, tetapi tidak mengkebiri undang-undang yang lebih tinggi,” tandasnya.

Dia menyatakan, jumlah sumur minyak tua yang masuk kontrak antara Pertamina EP Asset IV Field Cepu dengan KUD Usaha Jawa Bersama, KUD Sumber Pangan, dan KUD Karya Sejahtera, sebanyak 250 titik. Tapi, ada perkiraan di Desa Wonocolo, Hargomulyo, dan Mbeji, Kecamatan Kedewan dan Desa Kedungsumber, Kecamatan Malo, terdapat sekitar 500 sumur minyak.

Dari data yang ada, produksi sumur minyak tua yang dikelola KUD Usaha Jaya Bersama (UJB), Kecamatan Kedewan, mencapai 55 truk tangki (per tangki 5.000 liter/hari), tapi yang dibeli hanya sekitar 25 truk.

Produksi sumur minyak tua yang dikelola KUD Sumber Pangan, Kecamatan Kedewan, sekitar 25 truk tangki/hari, sedangkan yang dibeli hanya sekitar 10 truk tangki/hari. Sedangkan KUD Karya Sejahtera, Kecamatan Malo, sekitar enam truk tangki/hari, yang dibeli tiga truk tangki/hari.(dwi/**mcb)

Leave a Comment