Share

Suyoto: Jangan Memble, Harus Produktif dan Bahagia

Bojonegoro (Media Center) – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) melaksanakan pemanfaatan pembangunan berwawasan kependudukan sebagai strategi keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah, salah satunya di Bojonegoro.

Kepala BP2KB Anik Yuliarsih mengatakan, dari skema jumlah penduduk di Bojonegoro dengan usia kerja sangat besar, sehingga perlu strategi dalam menyediakan lapangan pekerjaan.

“Seperti menarik investasi asing, menjaga daya beli masyarakat, optimalisasi belanja pemerintah dan meningkatkan produksi,” katanya.

Dia melanjutkan, dalam melaksanakan program pemanfaatan pembangunan berwawasan kependudukan ini pihaknya mengundang Lembaga Swadaya Masyarakat, mahasiswa, dan pelajar dari tingkat SMA/SMK.

“Agar semua tahu, cara memanfaatkan pembangunan yang pesat sekarang ini. terutama bagi usia produktif,” ujarnya.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Suyoto itu mendapat sambutan dan antusias dari semua peserta. Karena, mendapatkan wawasan cara mengantisipasi windows of oppoortunity atau jendela peluang diantaranya meningkatkan kualitas SDM dengan pendidikan, meningkatkan lapangan kerja, dan pemberdayaan perempuan dengan memasuki pasar kerja.

Sementara itu, Kepala Disnakertransos Adie Witjaksono mengatakan, dalam rangka pemantapan pembangunan berwawasan kependudukan ini, salah satunya dengan memanfaatkan bonus demografi dengan pengembangan industri kreatif.

Dia menambahkan, jendela peluang atau windows of opportunity bergantung pada faktor SDM yang berkualitas, mereka yang terserap dalam pasar kerja, adanya tabungan pada tingkat rumah tangga, dan perempuan berpartisipasi dalam pasar kerja.

Bupati Suyoto dalam sambutannnya meminta kepada semua masyarakat Bojonegoro, khususnya para remaja di usia produktif ini bisa memanfaatkan peluang yang ada sekarang ini. Seperti salah satunya kekayaan alam yang bersumber dari minyak dan gas bumi.

“Kita jangan seperti semut memble atau semut galau, kita harus menjadi semut yang produktif dan bahagia,” pungkasnya. (rin/*acw)

2 Comments on this Post

  1. Semoga bupatinya gak memble!

    Reply
  2. bagaimana cara menangani masyarakat yg masg pasif, blom ada bekal kekreatifan, pengasilan hanya dari hasil tani yg begitu-begitu saja.

    mungkin kah akan ada pembekalan ksreatifias ke desa2, terutama yg mash pasif.

    Reply

Leave a Comment