Share

Suyoto: Sekolah Harus Bantu Seragam Untuk Siswa Tak Mampu

Bojonegoro (Media Center) – Melihat kondisi tingginya angka anak yang tak mengenyam bangku pendidikan mupun anak putus sekolah (APS), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membuat gebrakan baru yang bernama Gerakan Ayo Sekolah.

Gerakan Ayo Sekolah ini merupakan bentuk keprihatinan pemerintah Kabupaten Bojonegoro setelah melihat realita dilapangan dimana masih banyak anak-anak usia sekolah yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karena terbentur beberapa faktor antara lain karena faktor ekonomi. Minimnya dana untuk memenuhi kebutuhan hidup ini membuat anak serta orang tua mengeyampingkan kebutuhan pendidikan.

Meskipun pemerintah memberikan bantuan melalui BOS namun masih belum mampu menyentuh pada program wajib belajar 9 tahun sebagaimana yang dilakukan pemerintah pusat. Gerakan Ayo Sekolah ini tidak sekedar program namun juga langkah riil yang ditempuh pemerintah kabupaten dengan memberikan dana kepada anak-anak usia sekolah . Khususnya adalah anak-anak usia 7-18 tahun. Dana alokasi Khusus (DAK) pendidikan diorientasikan untuk anak-anak usia sekolah SMA sederajat dengan besaran Rp500 ribu rupiah dan ditahun 2016 mendatang akan ditingkatkan menjadi Rp2 juta rupiah per siswa.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, pada acara Launching Gerakan Ayo Sekolah di Pendopo Kecamatan Dander, Senin (15/6) pagi tadi menyebutkan DAK bidang pendidikan ini adalah bentuk apresiasi kepada anak-anak di Bojonegoro yang masih ingin melanjutkan kejenjang sekolah namun terbentur biaya. Tidak hanya itu Bupati memerintahkan kepada Para Kepala Desa untuk memberikan bantuan berupa seragam, sepatu dan peralatan sekolah kepada anak-anak dari keluarga tidak  mampu.

“Pemerintah desapun memiliki kewajiban yang sama untuk turut serta membantu anak-anak ini kembali bersekolah. Hal ini dilakukan agar anak-anak yang tidak sekolah mampu bersekolah, dan anak-anak yang tengah menempuh jenjang pendidikan tidak sampai putus sekolah ataupun drop out. Selanjutnya adalah meningkatkan relevasi kualitas pendidikan baik yang berupa out put dan out came,” lanjut pria yang akrab disapa Kang Yoto ini.

Sinergi bersama mulai pemerintah Kabupaten, Kecamatan, lintas agama, organisasi sosial dan kemasyarakat dengan didukung aparat keamanan baik TNI maupun Polri dalam rangka memperkuat dan memperkokoh sinergitas. Sehingga tidak ada satupun anak-anak yang tertinggal, karena mereka adalah bagian dari kita semua untuk maju. Forum guru, murid dan alumni dari masing-masing sekolah ditingkat desapun  juga turut andil mensukseskan gerakan ayo sekolah.(humas/*mcb)

Leave a Comment