Share

Tahun 2015, Serapan Tembakau Bojonegoro 4.267 Ton

Bojonegoro (Media Center) – Memasuki musim kemarau nanti, para petani di Kabupaten Bojonegoro akan mulai beralih ke tanaman lahan kering. Salah satu yang menjadi andalan bagi warga di bantaran sungai Bengawan Solo ini adalah tanaman tembakau yang tumbuh subur meski minim air.

Tingginya minat para petani tembakau di musim kering ini membuat Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro harus mengendalikan luasan lahan tembakau agar menjaga kestabilan harga.

“Biasanya, kalau panen tembakau terlalu banyak, harga akan anjlok,” tutur Khoirul Insan, Kepala Bidang Usaha Perkebunan.

Jumlah panenan yang melimpah, lanjut Insan, akan menjadi permasalahan baru lantaran komoditi tembakau ini memiliki pasar yang sangat terbatas. Sementara, beberapa perusahaan telah melaporkan ke Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur akan melakukan total penyerapan tembakau sebanyak 4.267 ton dengan rincian 4.062 ton jenis Virginia dan 205 ton jenis tembakau Jawa.

Perusahaan yang akan menyerap tembakau Bojonegoro ini merupakan perusahaan-perusahaan besar yang telah bertahun-tahun melakukan pembelian tembakau Bojonegoro. Beberapa perusahaan ini adalah PT. Djarum, PT Noroyono, Bentoel, Sampoerna dan PT Sadana.

“Sementara PT. Gudang Garam Tbk sudah 4 tahun terakhir tak melakukan pembelian ke Bojonegoro. Bahkan, sudah kami tanyakan melalui Bupati hingga Gubernur tetap tak ada jawaban dari Gudang Garam,” tukas Insan. (lya/*acw)

Leave a Comment