Share

Tak Bisa Tangkap Penambang Pasir Liar, Komisi A Sebut Pol PP ‘Nyamin’

Bojonegoro (Media Center) – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, menyebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersikap “nyamin”  dalam menertibkan penambangan pasir mekanik yang telah mengancam lingkungan sebelum terbitnya Undang-undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Seharusnya saat undang-undang itu belum berlaku, mereka sebagai penegak Perda bisa menelusuri siapa pelaku atau pemilik penambang pasirnya, jangan berlagak nyamin,” kata anggota Komisi A, Ali Mustofa.

Dia menyatakan, kondisi penambangan pasir ilegal di Bojonegoro sekarang ini tergolong kritis dan dapat mengakibatkan bencana alam dan kerugian materiil yang tidak sedikit seperti banjir bandang, longsor, atau rusaknya infrastruktur jembatan disekitar penambangan.

“Kalau itu terus dibiarkan, akan terjadi bencana besar,” tegasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Tentang Penegakan Hukum Terhadap Penambang Pasir Ilegal antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Provinsi Jatim dan TNI-POLRI Kamis (11/2/2015) lalu, aktivitas penambangan pasir mekanik di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo benar-benar ditertibkan.

“Sudah ada solusi bagi pekerja oleh Pemkab, sekarang perlu tindakan tegas pelakunya, jadi aparat yang sekarang melakukan penegakan hukum jangan nyamin, harus bisa menangkap pelaku usahanya,” lanjutnya.

Terpisah, Waluyo (35), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, mengatakan, selama ini belum ada satupun penertiban yang dilakukan kepada penambang liar yang sudah mengeruk pasir secara ugal-ugalan menggunakan mesin mekanik.

“Selain suaranya yang bising, kami takut Jembatan di Trucuk ini rusak dan roboh. Karena aktivitasnya tidak jauh dari jembatan,” imbuh petani ini.

Pihaknya mengaku bersedia membantu pemkab dan aparat penegak hukum apabila diminta untuk menertibkan bersama-sama. Karena, sekarang mulai menyadari tanpa peran serta masyarakat kegiatan ilegal itu masih terus berlangsung dan merugikan semua pihak.

“Semoga yang lain memiliki pemikiran yang sama dengan saya,” harapnya. (rin/*acw)

Leave a Comment