Share

Tambang Pemasok Material EPC Ditutup Warga

Sejumlah dump truck yang hendak menuju lokasi pertambangan tanah uruk di Desa Kaliteng dan Desa/Kecamatan Malo, Bojonegoro, Jawa Timur, terpaksa harus mengurungkan niatnya.

Bojonegoro (Media Center) – Sejumlah dump truck yang hendak menuju lokasi pertambangan tanah uruk di Desa Kaliteng dan Desa/Kecamatan Malo, Bojonegoro, Jawa Timur, terpaksa harus mengurungkan niatnya. Dikarenakan masyarakat setempat melakukan aksi penghentian aktifitas pengambilan tanah di dua lokasi tersebut (14/08/2014).

Warga mengatakan, truck-truck yang dihalau tersebut adalah pemasok kebutuhan material urug-an untuk proyek EPC 5 yang dikontraktori oleh HK. – Rekind. Saat ini, kondisi di dua lokasi nampak sunyi. Lalu lalang dump truck, suara mesin eksavakator dan deru buldozer sudah tak terdengar lagi.“Kami paksa untuk hentikan semua aktifitas tambangnya, karena sangat menganggu masyarakat disini, terutama lintasan dump truk sangat merepotkan kegiatan agustusan yang digelar disepanjang jalan wilayah Kecamatan Malo, “ tegas Mustakim, juru bicara masyarakat yang memimpin penghentian tambang disana.

Mustakim yang juga adalah kepala desa setempat itu mengancam akan membawa masalah aktifitas tambang tersebut bila tetap beroperasi lagi di lain hari. “Kalau jalur hukum tidak diindahkan lagi, terpaksa kami bersama masyarakat akan memblokade kegiatannya,“ ancamnya.

Diketahui, lokasi tambang di Desa Malo adalah milik pengusaha Widhiarto dan seorang anggota Polsek Malo bernama Subowo. Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Malo AKP Dumas Barutu membenarkan adanya penghentian kedua tambang dan memahami salah satu tambang milik salah satu anggotanya.

“Kalau memang masyarakat sudah menutup, kamipun dukung dan saya sendiri tadi ada dilokasi, dalam aksi penutupan tadi tidak ada ketegangan antara masyarakat dengan pengusaha pemilik tambang, semuanya mentaati keinginan masyarakat,“ katanya. (slam/**mcb )

Leave a Comment