Share

Tanah Kas Desa Akan Digunakan untuk Akses Perumahan

”Jelas apa yang dilakukan kades tidak prosedural, kami mau pergi dari sini, apabila tanah dipakai untuk kepentingan desa, tapi tanah ini mau dipakai untuk pengusaha perumahan. Jelas kami protes,“ kata Supono, Senin (11/08/2014).

Bojonegoro (Media Center) – Tiga pemilik warung di Dusun Segaran Desa/Kec Sumberrejo memprotes tindakan kepala desa (kades) setempat, dikarenakan Kades setempat meminta mereka tidak lagi menggunakan tanah kas desa yang selama ini dimanfaatkan untuk menjalankan usaha warungnya. Rencananya, lahan berukuran 12 X 16 meter tersebut dipakai untuk akses jalan menuju lahan proyek perumahan seluas 1 hektar (Ha) milik H. Affandi warga Kalitidu. Ketiga pemilik warung yang juga warga setempat itu adalah Supono penjual nasi pecel, Rujiati penjual bakso dan Suyati penjual rujak.

”Jelas apa yang dilakukan kades tidak prosedural, kami mau pergi dari sini, apabila tanah dipakai untuk kepentingan desa, tapi tanah ini mau dipakai untuk pengusaha perumahan. Jelas kami protes,“ kata Supono, Senin (11/08/2014).

Dia mengetahui pengusaha perumahan memberikan uang kepada kades sebesar Rp 60 juta, untuk pembayaran tanah kas desa sebagai akses jalan. Pensiunan PNS Guru itu berharap kepada kades untuk tidak memihak kepada pengusaha, dikarenakan ketiga warung telah berdiri selama 20 tahun.

“Kami mengantongi ijin pemakaian tanah kas desa ini dari kades sebelumnya, tiba-tiba tanpa ada sosialisasi kami diusir. Ini sama saja mematikan nafkah kami, mestinya kades tidak bertindak seperti ini,“ kata Rujiati sambil menunjukkan surat ijin yang diteken kades dua periode sebelumnya.

Dikonfirmasi terpisah Kades Sumberrejo Siswanto melalui Kepala Dusun Segaran Lukman Fanani membenarkan adanya pemakaian tanah kas desa untuk akses jalan perumahan. “Saya sendiri belum tahu tentang tanah kas desa ini, apalagi soal pembayarannya, sebab setahu saya belum ada rembug desa tentang pemakaian tanah kas desa ini, “ katanya. (slamet/**mcb)

Leave a Comment