Share

Tarif Bus AKAP Wajar, Tarif Angkutan Kelas Eksekutif Melonjak

Saat puncak arus balik hari raya Idul Fitri 1435 H (Sabtu, 2/8/2014) kemarin, ribuan pemudik telah meninggalkan Bojonegoro, Jawa Timur. Sebagian besar telah kembali ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan Semarang.

Bojonegoro (Media Center) – Saat puncak arus balik hari raya Idul Fitri 1435 H (Sabtu, 2/8/2014) kemarin, ribuan pemudik telah meninggalkan Bojonegoro, Jawa Timur. Sebagian besar telah kembali ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan Semarang.

Biasanya, kenaikan tarif angkutan umum baik jenis angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) adalah hal yang selalu terjadi saat arus balik terjadi. Meski demikian, pihak Kementerian Perhubungan telah membatasi kenaikan tarif angkutan umum ini sesuai tarif batas atas bagi AKDP maupun AKAP.

Menurut Sentot Sugeng, Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro, kenaikan tarif angkutan di Bojonegoro masih sesuai dengan batas atas. Kewajaran itu terjadi disejumlah angkutan yang tak menggunakan standar kelas bisnis maupun eksekutif.

Pengecualian itu terjadi karena pihak Perusahaan Otobus (PO) telah menghitung jumlah operasional angkutannya di momen lebaran, terutama untuk angkutan jarak jauh seperti tujuan Jakarta, Bandung dan Bogor. “Karena macet, maka biaya operasional membengkak. Selain itu estimasi waktu tempuh bisa molor,” jelasnya.

Jika di hari biasa, tarif kendaraan kelas eksekutif hanya berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu, namun di saat arus balik harga minimal mencapai Rp450 ribu. (**mcb)

Leave a Comment