Share

Belajar Sospeso, Kerajinan Tangan 3D Omzet Jutaan Rupiah

Bojonegoro – Para perajin kerajinan tangan (handmade craft) pasti tak asing dengan istilah sospeso dan decoupage. Teknik menggunting dan menempel ini menjadi idola dikalangan kaum hawa karena keunikan dan keindahannya.

Salah satu perajin Meirina Suminar mengatakan, sospeso ataupun decoupage baru diminati warga Bojonegoro sejak 3 tahun belakang ini. Di temui di workshop QQ Collection di Jalan Serma Abdullah No 154, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur. Mei, sapaan karabnya ini mengatakan, sudah terjun ke bisnis kerajinan tangan sejak 2007.

Rak-rak tersusun rapi di sudut ruang workshop. Berbagai macam produk kerajinan tangan juga tersusun dengan cantik. Cocok untuk pengunjung yang ingin swafoto dengan produk Mei. Mulai dari dompet, tas, home decor seperti botol serta telenan menghiasi sudut rumahnya. Semua dibuat dengan mengkreasikan sospeso dan decoupage.

Bersama salah satu karyawannya, Mei memberikan tutorial singkat bagaimana cara membuat sospeso. Jemarinya lihai menggunting motif kain batik, lalu menempelkan pada media termal film atau sejenis mika, dan melayukannya pada api lilin.

“Langkah selanjutnya inilah penentu kalau mau buat sospeso. Kalau sospeso seni menggunting dan menempel supaya nampak 3 dimesi. Teknik turunan dari decoupage. Nah, supaya jadi 3D kita pakai burin. Alat khusus untuk menekan bagian tertentu agar ada lekuknya. Kayak nguleg gitu,” jelas Mei.

Khusus untuk burin, dia menggunakan jasa lokal, tepatnya di Trucuk. Sekali pesan, bisa sampai 50 burin karena pada dasarnya perempuan berkerudung ini juga memberikan pelatihan pada ibu-ibu di berbagai desa.

“Kalau pesan di perajin di Trucuk dapat setengah harga. Sementara kalau beli di luar harganya dua kali lipat.”

Sekarang, Mei sudah mengkreasikan 10 item kerajinan. Harganya bermacam-macam. Untuk decoupage mulai dari Rp 50 ribu, sementara sospeso mulai dari Rp 150 ribu. Selain dibuat menjadi dompet atau tas, sospeso maupun decoupage bisa diaplikasikan ke dalam home decor atau aksesoris. Seperti pin dari sospeso berukuran kecil, Mei mematok harga Rp 14 ribu, sementara pin berukuran besar sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu.

Untuk pemasaran, Mei lebih mengandalkan media sosial. Mulai dari Instagram, Facebook, maupun TikTok. Khusus TikTok, biasanya Mei menyajikan konten-konten singkat bagaimana pembuata sospeso dan decoupage. Katanya, letak workshop yang berada di gang sempit itulah membuat Mei menggunakan media sosial untuk penjualan.

“Kalau pemasaran sampai ke Jawa, Sumatera, Lampung dan Bekasi. Kalau di luar Indonesia sampai ke Israel. Untuk omzet, alhamdulillah sekarang sudah mulai normal. Sekitar Rp 5 juta per bulan,” tutur Mei sambil memperlihatkan produk-produk kerajinan yang dipajang dengan apik.

WA : 08125926468
Fb : @Meirina Suminar
Ig : @qq_collection_craft_souvenir
Email : meirinasuminar856@gmail.com

Leave a Comment