Share

Tiadakan soal Listening Section untuk Siswa SMALB

Bojonegoro (Media Center) – Ujian Nasioanl (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat juga diikuti oleh enam pelajar SMA Luar Biasa (SMALB) di Kabupaten Bojonegoro. Tak hanya bobot soal yang berbeda, pada ujian hari terakhir, Rabu (15/4/2015) dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, para peserta tak mendapat bagian Listening Section.

“Karena peserta rata-rata penyandang tuna rungu, listening ditiadakan,” jelas Supri, Kepala SLB Putra Harapan.

Ia mengaku, beberapa tahun terakhir, pada mata pelajaran Bahasa Inggris masih ada poin untuk listening. Namun, karena tak bisa mendengar, terpaksa soal tersebut tak dikerjakan.

Sementara itu, Supri juga menyebutkan, dari enam peserta UN SMALB, ada empat lembaga penyelenggara. Tahun ini, ada dua jenis paket soal untuk SMALB.

“Tahun ini peserta dapat dua jenis soal, soal biasa dan braille untuk tuna netra,” lanjutnya.

Untuk pengawas, empat lembaga penyelenggara melakukan silang pengawas. Seperti SMALB Putra Harapan yang merupakan SLB B (Tuna Rungu) yang mendapat pengawas dari SLB C (Tuna grahita).

“Pengawan harus silang dari SLB lain. Karena jika pengawas dari sekolah biasa akan kesulitan menangani siswa berkebutuhan khusus,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, pelaksanaan UN Paper Based Test (PBT) mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro terkendala. Hal ini lantaran pada listening section tak sesuai antara isi rekaman dengan soal yang ada pada kertas soal.

Akibatnya, para siswa tidak mengerjakan soal Bahasa Inggris nomor 1 sampai 15, dari 50 nomor soal. Temuan ini segera dilaporkan pada seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kementerian Agama (Kemenag). Selanjutnya, dari Penma melaporkannya ke Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro. (lya/*acw)

Leave a Comment