Share

Tim Pemkab Tinjau Erosi Bengawan Solo

Bojonegoro (Media) – Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan pengamatan dan identifikasi lapangan pengikisan tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk. Peninjauan itu sebagai tindak lanjut aduan masyarakat.

Tim gabungan dari Pemkab Bojonegoro terdiri dari Dinas ESDM, BLH dan Satpol PP, bersama muspika Kecamatan Trucuk dan Pemerintah Desa. Mereka meninjau kondisi lingkungan sepanjang tepi bengawan yang terkikis.

Kepala Dinas ESDM Bojonegoro, Agus Suprianto, mengatakan, dari hasil pengamatan lapangan di Desa Sranak Kecamatan Trucuk, diketahui telah terjadi erosi atau pengikisan sekitar 25 meter dalam kurun waktu tahun 2004-2015 dan dalam 4 (empat) tahun terakhir pengikisan terjadi semakin cepat.

“Meski pada saat ini tidak ditemukan kegiatan penambangan pasir di sekitar lokasi yang terkikis,” ujarnya.

Agus mengharapkan, adanya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menghalau jika ada kegiatan penambangan pasir karena dapat merusak lingkungan dan memicu timbulnya bencana seperti erosi dan tanah longsor.

Disampaikan Agus, jika penambangan pasir bagi ekosistem mengakibatkan rusaknya tebing dan degradasi dasar sungai. Degradasi dasar sungai akan menimbulkan munculnya palung-palung sungai yang sangat dalam dan mengikis bagian dalam tebing sungai sehingga mengakibatkan tanah longsor.

Sementara itu, Hartono, warga setempat menuturkan, dulu pernah ada kegiatan penambangan pasir yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi erosi. Namun, atas desakan warga, penambangan pasir tersebut telah berhenti beroperasi sejak Agustus 2014.

“Mungkin erosinya gara-gara kegiatan itu,” tukasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment