Share

Tingkatkan Ekonomi Warga Dengan Kaliandra

Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, membuat inovasi baru untuk memberdayakan masyarakatnya melalui pembibitan pohon Kaliandra yang memiliki segudang manfaat mulai dari daun, batang, hingga akar.

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, membuat inovasi baru untuk memberdayakan masyarakatnya melalui pembibitan pohon Kaliandra yang memiliki segudang manfaat mulai dari daun, batang, hingga akar.

Daun, bunga, dan tangkai Kaliandra, bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dikarenakan kandungan protein yang cukup tinggi dan bermanfaat meningkatkan produtivitas ternak, pupuk hijau, menahan erosi, sumber serbuk sari bagi produksi madu. Sementara, kayunya dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti batu bara karena kualitasnya tinggi saat dibakar dan tidak mengeluarkan asap.

Kepala Desa Ngampel, Pujianto mengatakan, untuk memulai program pembibitan ini melalui Karang Taruna setempat, masyarakat diberikan pendampingan mulai dari cara pembibitan, perawatan, hingga penjualan.

“Kami akan bentuk koperasi agar masyarakat bisa mengelola keuangan dengan baik,” lanjutnya.

Dia menyampaikan, pembibitan yang saat ini dilakukan masih dalam masa percontohan dan dilakukan di atas lahan seluas 4000 meter persegi milik Dinas Pengairan Provinsi. Untuk permulaan, pemdes menyiapkan bibit Kaliandra sebanyak 120.000 bibit.

“Kami memilih Kaliandra karena memiliki nilai jual tinggi, “ tandasnya.

Pujianto menyatakan, program pembibitan Kaliandra ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga yang sebagian besar adalah petani. Bahkan, dengan niat dan kesungguhan untuk membudidayakan Kaliandra ini bisa jadi desa Ngampel menjadi salah satu daerah penghasil.

“Sekarang ini, kami menyediakan dana sebesar Rp 50 Juta dari operator Blok Tuban, JOB P-PEJ,” imbuhnya.

Nantinya, cara budidaya tanaman kaliandra mulai dari pembibitan hingga masa panen
pembibitan. Pada bibit Kaliandra dapat dioperoleh dengan cara memotong batang yang sudah tua, dengan ukuran panjang kurang lebih 20-30 Cm.

“Atau dengan buah yang sebelumnya sudah di tempatkan media polybag,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, daun kaliandra dalam pemanenannya memerlukan waktu kurang lebih setengah tahun, atau saat daun kaliandra sudah kelihatan lebat.

“Masa panen buah kaliandra cukup lama dari mulai tanam yaitu sekitar 1 tahun lebih, dengan ciri isi buah yang sudah membentuk maka bisa dikatakan sudah masak. Dan kalau berhasil kami akan memperlihatkan kepada Bupati Suyoto agar menjadi percontohan bagi desa lainnya” pungkasnya. (re/**mcb)

Leave a Comment