Share

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dengan PHBM

Bojonegoro, 26/8 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dengan adanya Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kawasan hutan. Karena selama ini masih banyak warga miskin di kawasan hutan karena akses kesejahteraan yang masih tertutup.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Bojonegoro, M Chosim mengatakan dengan adanya sistem PHBM dari Perhutani ini diharapkan pintu kesejahteraan masyarakat kawasan hutan bisa terbuka. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan KPH Perhutani Bojonegoro agar bisa membuka dan memudahkan akses pengelolaan hutan bagi masyarakat.

“Harapannya masyarakat di sekitar hutan bisa mengelola kawasan hutan. Karena untuk pengelolaan hutan tidak perlu birokrasi yang panjang dan tidak dibatasi luasan lahan,” ujarnya.

Dalam pengelolaan kawasan hutan oleh masyarakat ini tidak hanya manfaatkan sebagai lahan pertanian. Namun juga bisa digunakan lebih dari itu, seperti untuk pengelolaan infrastruktur, peternakan, pertanian maupun pawisata.

Choism menilai selama ini Perhutani terkesan tertutup dan susah dalam hal perijinan pengelolaan lahan di kawasan hutan. Birokrasi yang diterapkan untuk pengelolaan hutan hingga ke kantor pusat. Sehingga masyarkat yang ada di sekitar hutan tidak bisa mengelola kawasan hutan.

“Karena sekarang ini kemiskinan di masyarakat kawasan hutan ini masih banyak. Namun masyarakat juga harus sadar ikut menjaga hutan,” imbuhnya.

Sementara itu, ADM Perhutani KPH Bojonegoro, Daniel Budi Cahyono mengungkapkan pegelolaan hutan melalui PHBM ini masyarakat tidak perlu melakukan perjanjian dan ijin pengelolaan hingga kantor pusat. Namun, hanya dengan ADM Perhutani yang menangani wilayah tersebut.

“Kita merespon keluhan bupati yang selalu menyatakan bahwa kantong kemiskinan berada di kawasan hutan,” ujar Daniel.

PHBM ini diatur dalam P.81/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2016 tentang Kerjasama Penggunaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan Untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Di dalam ijin pengelolaannya bisa dilakukan hanya dengan ADM Perhutani.

“Luas lahan yang akan dikelola juga tidak di batasi,” pungkas Daniel.(*dwi/mcb)

Leave a Comment