Share

Tingkatkan Kualitas Produk, Disbudpar Bojonegoro Beri Pelatihan 30 Pelaku Ekonomi Kreatif

Bojonegoro – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro menggelar kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis bagi pelaku ekonomi kreatif. Pelatihan itu diharapkan bisa meningkatkan guna kapasitas pelaku ekonomi kreatif dan produk, khususnya di sub sektor Kriya bercorak budaya.

 

Bimbingan teknis sub sektor kriya bercorak budaya ini diikuti oleh 30 peserta dari 28 kecamatan di Bojonegoro yantg dilaksanakan selama dua hari, yakni Rabu (7/4/2021) dan Kamis (8/4/2021) di gedung Serbaguna Jl. KH. Mansyur No. 9, Ledok Wetan Kecamatan Bojonegoro.

 

Kepala Disbudpar Bojonegoro, Budianto mengatakan bahwa tujuan bimtek ini merupakan kelanjutan workshop dan pelatihan souvenir bercorak budaya khas Bojonegoro tahun 2020 lalu. Kemudian dilanjutkan di tahun Tahun 2021 untuk meningkatkan kapasitas produk dan sumber daya manusia (SDM) Khusunya para pelaku industri kreatif di Bojonegoro.

 

“Tujuan bimtek ini memberikan evaluasi apakah workshop di tahun 2020 lalu sudah diaplikasikan dalam produk pelaku UMKM di Bojonegoro,” ungkap Budianto.

 

Terkait peningkatan produk dan sumber daya manusia (SDM) akan dilakukan evaluasi terkait penerapan dan pemasaran apakah sudah berjalan. Sehingga dari satu master Thengul ajaib itu bisa dikembangkan menjadi beraneka produk dan meningkatkan kapasitas berkriya dan menambah wawasan pemasaran.

 

“Hari ini dan besok kita tingkatkan kapasitas produk dan SDM. Dari hasil evaluasi kita bisa buat menentukan apakah produk ini sudah ada packing atau pasaran sudah berjalan,” tambahnya.

 

Sementara itu,Mahfud Efendi pengrajin kerajinan tangan berbahan bambu yang berasal dari Kecamatan Ngraho, berimbuh bimtek peningkatan kapasitas ini merupakan keberlanjutan program kedua dari yang sebelumnya pernah diselenggarakan tahun 2020 lalu.

 

Jika tahun lalu merupakan workshop penerapan kerajinan tangan berbahan bambu yang bercorak budaya khas Bojonegoro yakni Thengul. Dan di tahun ini mulai menerapkan dalam sebuah barang produksinya yakni kotak tissue berbahan dasar bambu.

 

“Tahun lalu penerapan dan sekarang bukti fisiknya ada pada kotak tissue dari bambu milik saya. Saya rasa tidak begitu rumit untuk membubuhkanya dan justru mempercantik tampilan,” ungkap Efendi.

 

Berkat digelarnya workshop ini justru menambah omzet bagi usaha Efendi . Pasalnya, produksi wadah tissue miliknya kini tampil cantik dengan corak thenggul dan makin dikenal masyarakat.

“Justru menambah harga jual karena tampilannya berbeda dan makin dikenal masyarakat,” pungkasnya.(FIF/NN)

Leave a Comment