Share

Tingkatkan Perekonomian Dengan Ternak Lele

Warga Dusun Bulu, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro berhasil membudidayakan lele di kolam yang berada di pekarangan rumahnya. Hasil budidaya lele itu mampu mengangkat perekonomian warga sekitar.

Bojonegoro (Media Center) – Warga Dusun Bulu, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro berhasil membudidayakan lele di kolam yang berada di pekarangan rumahnya. Hasil budidaya lele itu mampu mengangkat perekonomian warga sekitar.

Budidaya lele dilakukan oleh kelompok swadaya masyarakat Sumber Makmur. Kelompok ini beranggotakan warga sekitar yang menjadi peternak lele. Mereka membuat 12 kolam budidaya lele berukuran 6 meter x 7 meter. Namun, selama musim kemarau kali ini hanya enam kolam yang berisi lele. Para peternak kini dapat memanen lele sebanyak 15 ribu ekor. Lele yang telah dipanen itu berumur tiga bulan. Di pasaran lele itu dijual seharga Rp14.000 per kilogram.

Menurut Karsan, salah satu peternak lele, usaha budidaya lele ini telah dirintis sejak tiga tahun lalu. Ia sudah berulangkali memanen lele yang berada di kolam tanah tersebut. “Saat ini budidaya lele sangat menguntungkan dan bisa menjadi penopang perekonomian warga,” tutur Karsan.

Ia mengungkapkan, mengembangkan budidaya lele memang butuh proses belajar dan pengalaman. Para peternak lele di Dusun Bulu ini, kata dia, saling belajar satu dengan lainnya mulai dari membuat pakan sendiri, cara merawat dan membesarkan lele, hingga penjualan lele itu di pasaran. Dengan begitu, kata dia, ketika peternak lele yang satu mengalami kesulitan maka akan dibantu oleh peternak lele lainnya.

Peternak lele yang tergabung dalam kelompok sumber daya masyarakat Sumber Makmur ini juga tidak hanya berhenti pada budidaya lele saja melainkan membuat produk olahan dari lele. Daging lele diolah menjadi pentol bakso. Begitu pula kulit lele dibuat keripik yang renyah.

“Selain menjual lele hasil panen, peternak juga mengembangkan produk olahan lele,” ujar Karsan.

Menurut Koordinator Bina Swadaya, Jupriansyah, saat ini ada 16 kelompok swadaya masyarakat di daerah Bojonegoro yang mengembangkan budidaya lele, peternakan sapi, dan juga pertanian.

“16 kelompok swadaya masyarakat itu berada di 22 desa di Bojonegoro,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya memberikan pendampingan pada kelompok swadaya masyarakat itu agar mereka mampu mengembangkan usaha produktif yang berbasis kemampuan lokal. “Usaha peternakan lele misalnya peternak dibekali kemampuan membuat pakan ternak lele alternatif. Dengan begitu, mereka bisa mengurangi pengeluaran dan mendapatkan penghasilan yang lebih banyak,” ujarnya.

Selain mengembangkan usaha produktif berbasis masyarakat, kata dia, pihaknya juga membantu jaringan pemasaran, penguatan modal melalui pinjaman bergulir, serta penguatan lembaga.(**mcb)

Leave a Comment