Share

Tingkatkan Produksi Padi Dengan Benih Hibrida

Meskipun hampir 600 hektare (Ha) lebih lahan pertanian di Kabupaten Bojonegoro digunakan untuk kebutuhan industri minyak dan gas bumi (Migas), Dinas Pertanian (Disperta) akan berupaya meningkatkan hasil pertanian.

Bojonegoro (Media Center) – Meskipun hampir 600 hektare (Ha) lebih lahan pertanian di Kabupaten Bojonegoro digunakan untuk kebutuhan industri minyak dan gas bumi (Migas), Dinas Pertanian (Disperta) akan berupaya meningkatkan hasil pertanian. Peningkatan ini dengan cara penggunaan benih hibrida untuk mendongkrak jumlah hasil panen.

“Kami akan meningkatkan produksi padi dari sekitar 7,5 ton/hektare menjadi sekitar 9,5 ton/hektare dengan memanfaatkan benih padi hibrida,” tegas Kepala Disperta, Ahmad Jupari.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan produksi padi akan dilakukan pembagian benih padi hibrida dengan total luasan 22.500 Ha secara gratis dan benih padi hibrida dengan harga subsidi. Sementara, sawah yang akan memperoleh benih padi hibrida gratis seluas 10.000 Ha dan benih padi hibrida bersubsidi seluas 12.500 Ha.

“Total 22.500 hektare itu bisa mencapai 247.500 kilogram gabah,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, pendistribusian benih pada petani telah dilaksanakan selama satu tahun sejak akhir 2013. Pemanfaatan benih unggul merupakan upaya Pemerintah Bojonegoro untuk meningkatkan sektor pertanian. Apalagi melihat kondisi saat ini, luas sawah semakin berkurang akibat industri migas.

“Benih padi hibrida ini punya keunggulan, yaitu produksi padinya tinggi, tahan pada serangan hama dan bulir-bulir padi yang berkualitas bagus,” tandasnya.(re/**mcb)

Leave a Comment