Share

TMA Tak Stabil, Tebing Bengawan Solo Rawan Longsor

Bojonegoro (Media Center) – Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo di Bojonegoro terus mengalami naik turun. Hal ini disebabkan air kiriman dari daerah hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa, selain itu juga akibat air dari anak sungai yang disebabkan oleh hujan lokal.

Tercatat, sejak Januari 2015 hingga saat ini telah ada 9 kejadian longsor, baik longsoran di wilayah hutan dan tebing sungai maupun anak sungai Bengawan Solo. Namun, khusus untuk kondisi debit air sungai Bengawan Solo ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau agar masyarakat bantaran Bengawan Solo waspada.

Nadif Ulfia, Sekretaris BPBD Bojonegoro, mengatakan saat ini curah hujan di Kabupaten Bojonegoro sedang tak menentu, begitu pula daerah-daerah di wilayah hulu. Meski demikian, pihaknya meminta warga waspada terhadap banjir genangan. Sementara untuk warga bantaran yang berada di sekitar tebing Bengawan Solo untuk waspada longsor.

“Apalagi saat hujan deras dan saat air mulai turun. Kalau mendengar suara bergemuruh segera menyelamatkan diri,” imbaunya.

Nadif Ulfia menambahkan, longsoran tebing Bengawan Solo ini biasanya terjadi saat debit air mulai surut. Bahkan, di beberapa titik longsoran mulai mendekati pemukiman warga. Hal ini seperti yang terjadi di Desa/Kecamatan Purwosari yang dialami Marem (67) yang rumahnya semakin dekat dengan bibir anak sungai Bengawan Solo, yakni Kali Gandong.

Bagian belakang rumah Marem saat ini hanya berjarak 2 meter dari tebing Kali Gandong yang longsor. Sebelumnya, kamar mandi yang berada di samping rumah sudah lebih dulu terseret longsor. Longsor Kali Gandong saat musim hujan tahun ini semakin parah. Bantaran sungai yang longsor bertambah panjang dari semula 100 meter menjadi 400 meter. Begitu pula lebar longsoran yang semula 20 meter menjadi 50 meter. Sedangkan, kedalaman longsoran sekitar 20 meter.

Sejak 2014, kata Marem, dirinya sudah melaporkan kondisi tebing Kali Gandong yang longsor itu pada pihak desa dan kecamatan. Beberapa kali petugas dari desa dan kecamatan serta kepolisian mengecek kondisi tebing yang longsor itu. Namun, sejak 2014 hingga kini tidak ada upaya apa pun yang dilakukan pemerintah.

“Saya sudah berkali-kali meminta bantuan pemerintah, tetapi janji kosong saja yang diberikan,” ucapnya. (lya/*acw)

Leave a Comment