Share

TMMD ke-110 Tahun 2021, Buka Akses Daerah Terpencil di Bojonegoro

Bojonegoro– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 di Bojonegoro resmi dimulai. Ini ditandai pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak di Pendopo Pemkab Bojonegoro Selasa (2/3/2021). Salah satu tujuan TMMD adalah membuka akses warga daerah terpencil atau terisolasi di Kabupaten Bojonegoro.

 

Komandan Kodim (Dandim) 0813 Letkol Inf. Bambang Hariyanto menuturkan TMMD merupakan operasi bhakti yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral guna mendukung program percepatan pembangunan Pemkab Bojonegoro.

 

“Mekanisme pemilihan sasaran dalam pelaksanaan TMMD ke-110 tahun 2021 didukung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui giat fisik dan non fisik sesuai mekasnisme bottom up planning,” katanya saat memberi sambutan.

 

Program TMMD sendiri sudah melalui musrenbang tingkat desa, kecamatan dan kabupaten dengan mempertimbangkan aspek kesejahteraan dan stabilitas daerah. “Sehingga manfaat TMMD dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat,” ucapnya

 

Dandim 0813 menambahkan, pemilihan lokasi TMMD di Kecamatan Tambakrejo merupakan program pembangunan berkelanjutan infrastruktur di wilayah Bojonegoro di bagian barat karena selama ini masih terbelakang.

 

Kegiatan TMMD ditujukan untuk menunjang perencanaan pembangunan sarpras (sarana dan prasarana) infrastruktur nasional khusuanya di wilayah Bojonegoro bagian barat yang akan dibangun jalan tol Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik .

 

“Sasaran fisik diantaranya rehab ruang kelas SDN Ngrancang 4, normalisasi sungai 1.500 m di Desa Ngrancang dan 1.500 meter di Desa Jatimulyo,” kata Dandim.

 

Selain itu, satgas TMMD juga akan pembangunan jalan aspal desa Ngrancang dengan volume 1.523 x 3 m; jalan aspal di Desa Jatimulyo 1 dengan volume 550 x 3 m; Dusun Kramanan Desa Jatimulyo 2 dengan volume 2.400 x 3 m.

 

Selain itu pembangunan saluran drainase Desa Jatimulyo 129 x 0,8 x 0,8 m; program aladin desa Ngrancang 10 rumah dan Jatimulyo 10 rumah.

 

Dandim berharap dengan dibangunnya jalan desa, sarana pertanian berupa normalisasi sungai drainase serta progrm aladin, maka insfrastruktur semakin membaik sehingga mampu meningkatkan kualitas SDM masyarakat setempat.

 

“Juga bisa meningkatkan ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa serta memantapkan kemanunggalan TNI-rakyat,” tegasnya.

 

Tak hanya itu, program pasca TMMD akan dilakukan tahap pertama tahun 2021 untuk Desa Suko dan Papringan Kecamatan Temayang yang akan dilakukan sesi pengecoran jalan di empat titik dan jembatan 5 tiik.

 

“Desa Panjang dan Desa Tondomulo kecamatan Kedungadem ada pengecoran jalan 2 titik, pembangunan buxculfet di 4 titik kemudian di tahap 2 tahun 2021 di dusun Ngengo desa Ngrancang kecamatan Tambakrejo pengecoran jalan 1 titik dan pembangunan jembatan 6 titik,” tegasnya.

 

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suhariyanto dalam sambutannya juga berpesan kepada para satgas TMMD yang di lapangan untuk selalu menaati protokol kesehatan. “Karena protokol kesehatan, diantaranya memakai masker itu wajib dilakukan,” tegasnya.

 

Dalam acara pembukaan TMMD ke-110 di Pendopo Pemkab Bojonegoro dihadiri Wagub Jatim Emil Dardak, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf M Dariyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, serta Dandim 0183 Letkol Inf. Bambang Hariyanto dan jajaran TNI/Polri.(FIF/NN)

Leave a Comment