Share

Tolak Kenaikan BBM, AMTHB Datangi DPRD Bojonegoro

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan per 18 Nopember 2014 kemarin mendatangkan protes dari berbagai kalangan termasuk kalangan mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro. Hal ini membuat puluhan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Turunkan Harga BBM (AMTHB) menggelar aksi demo di Bundaran Adipura, Bojonegoro, Rabu (19/11/2014).

Bojonegoro (Media Center) – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan per 18 Nopember 2014 kemarin mendatangkan protes dari berbagai kalangan termasuk kalangan mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro. Hal ini membuat puluhan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Turunkan Harga BBM (AMTHB) menggelar aksi demo di Bundaran Adipura, Bojonegoro, Rabu (19/11/2014).

Tak hanya menyebarkan selebaran, mahasiswa dari berbagai organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini bergantian berorasi menyuarakan tuntutannya. Dalam orasi yang diiringi dengan aksi teatrikal, puluhan aktivis mahasiswa ini menuntut penurunan harga BBM dan menurunkan Joko Widodo dari kursi presiden Republik Indonesia.

Mahasiswa yang tergabung dalam AMTHB Bojonegoro ini meminta agar pemerintah membuat Satgas anti kenaikan BBM untuk mencari ide dan langkah kreatif untuk mengamankan APBN tanpa menaikkan harga BBm yang dianggap terlalu memberatkan rakyat. “Akibat kenaikan harga BBM, semua kebutuhan dan bahan pangan juga mengalami kenaikan harga,” teriak orator yang disambut persetujuan dari aktivis lainnya.

Aksi yang mendapat pengamanan dari aparat kepolisian ini dilanjutkan dengan longmarch menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro. Setelah berorasi di depan gedung DPRD, akhirnya puluhan mahasiswa ini diperbolehkan masuk dan ditemui Anam Warsito dari Komisi A dan beberapa anggota DPRD di Ruang Paripurna.(**mcb)

Leave a Comment