Share

Tren Turun, Bengawan Solo di Bojonegoro Siaga I

Bojonegoro (Media Center) – Air kiriman dari wilayah hulu, membuat Bengawan Solo yang terpantau dari Taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro menyentuh angka 13.12 peilschaal dengan status Siaga I. Ditambah dengan tambahan air dari hujan lokal membuat ketinggian air bertahan selama beberapa jam.

Sementara itu, menurut pantauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, ketinggian air di wilayah pantau Karangnongko menunjukkan kenaikan sejak pukul 03.00 dinihari.

“Namun tren di Karangnongko mulai turun pada pukul 12.00 siang ini,” jelas Sukirno, Kasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana.

Meski demikian, potensi hujan masih membayangi wilayah Bojonegoro. Bahkan, meski sebentar, sering terjadi hujan deras. Hal ini mempengaruhi waktu perjalanan air sehingga Tinggi Muka Air (TMA) di TBS masih terpantau di angka 13.38 peilschaal pada pukul 15.00 sore ini.

“Meski trennya turun, saat ini Bojonegoro masih berstatus Siaga I. Masyarakat diharap waspada,” lanjut Sukirno.

Menurutnya, kondisi sungai Bengawan Solo maupun sungai lainnya yang yang memiliki debit air tinggi dan deras harus diwaspadai oleh warga. Aliran air yang deras ini sulit dilawan. Hal ini seperti yang dialami dua warga Desa Pancur, Kecamatan Temayang.

Debit tinggi disertai arus deras Kali Pacal di Desa Pancur menyeret anak dan ibu bernama Yatik (35) dan Parmi (65) yang jasadnya baru ditemukan pagi tadi.

Yatik yang berniat menolong sang ibu menceburkan diri ke sungai. Namun derasnya arus membuatnya menepi dan meminta pertolongan warga. Peristiwa yang terjadi pukul 15.00 kemarin (Kamis, 16/4/2015) segera ditindaklanjuti oleh Tim SAR untuk melakukan pencarian. (lya/*acw)

Leave a Comment