Share

Tunggu Perintah, Bulog Belum Lakukan Operasi Pasar

Bojonegoro (Media Center) – Bulog Sub Divre III Bojonegoro mengaku hingga kini belum mendapatkan perintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten untuk melaksanakan operasi pasar akibat kenaikan harga beras di pasaran sekarang ini.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre III, Omar Syarif, mengungkapkan, pihaknya baru mendapatkan permintaan secara lisan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menggelar operasi pasar, sehingga akan melakukan koordinasi lebih lanjut kapan bisa dilaksanakan.

“Kalau melihat kenaikan beras yang signifikan, kita akan segera lakukan operasi pasar sampai harga di masyarakat kembali stabil,” ujarnya.

Pria asli Depok ini mengatakan, kenaikan harga beras di masyarakat sering terjadi karena beberapa hal seperti masa tunggu panen, gagal panen karena faktor alam, ditambah jatah beras miskin yang hanya berlangsung 9 bulan.

“Meski Bojonegoro mendapatkan surplus beras, namun bisa jadi stok di masyarakat menipis karena banyak petani atau pengusaha beras yang menjual ke luar Bojonegoro,” ungkapnya.

Namun, pihaknya memastikan, stok beras tahun 2015 ini aman karena telah  menyediakan sebanyak 16.000 ton di gudang Bulog baik untuk kebutuhan raskin maupun operasi pasar.

Sementara itu, salah satu pedagang beras, Sri Wahyuni, mengatakan, untuk jenis medium mengalami kenaikan sejak 2 minggu terakhir, yakni sebesar Rp 9.900/Kg yang awalnya hanya Rp 7.900/Kg.

Naiknya harga beras, diakui ibu satu anak ini, dikarenakan stok di lapangan sedikit sehingga terpaksa menaikkan harga.

“Biasanya satu bulan saya dapat jatah 100 Kg, tapi kali ini hanya separonya,” ungkap pedagang yang memiliki toko di Jalan Brigjen Sutoyo ini. (rin/*acw)

Leave a Comment