Share

UPT Bengawan Solo Tutup Pintu Waduk Pacal

Bojonegoro (Media Center) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, menutup pintu pengeluaran Waduk Pacal, di Kecamatan Temayang. Hal ini disebabkan volume air yang masih tersisa di waduk sangat minim.

“Kami menutup pintu pengeluaran Waduk Pacal, Rabu (1/7). Saat ini air di waduk yang masih tersisa sekitar 800 ribu meter kubik,” kata Kasi Operasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom, Jumat (3/7).

Sesuai ketentuan, katanya,  air yang harus disisakan di dalam waduk sekitar 1,2 juta meter kubik, sebagai upaya menjaga bangunan waduk agar tidak rusak.

“Kalau air yang ada di dalam waduk sedikit, maka bangunan waduk bisa pecah,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan air Waduk Pacal dikeluarkan sekitar 5 meter kubik/detik, untuk mengairi tanaman padi seluas 15. 084 hektare, di sepanjang daerah irigasinya sejak 21 Juni sampai 1 Juli.

“Tanaman padi seluas 15.084 bisa memperoleh air cukup, bahkan di sejumlah desa sudah ada yang mulai panen,” tandasnya.

Namun, menurut dia, para petani pada musim tanam (MT) II kemarau, baik yang menanam palawija atau tembakau tidak akan memperoleh irigasi air dari Waduk Pacal.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada camat di daerah irigasi Waduk Pacal soal habisnya air Waduk Pacal,” jelas Kasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumber Air Dinas Pengairan Bojonegoro Dody Sigit Wijaya.

Ia menyebutkan camat yang daerahnya masuk irigasi Waduk Pacal yaitu Kecamatan Sukosewu, Kapas, Balen, Sumberrejo, Kanor, Baureno dan Kepohbaru. Data di Dinas Pengairan, Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, karena faktor usia hanya mampu menampung air hujan sekitar 17 juta meter kubik, yang semula bisa menampung air sebesar 42 juta meter kubik.

Menurunnya daya tampung Waduk Pacal, yang dibangun Belanda 1933, disebabkan mengalami pendangkalan dan  bangunan pelimpah di waduk setempat rusak diterjang banjir bandang.(sa/*mcb)

Leave a Comment