Share

Wabup Bojonegoro: Saat PBB ‘Nyanthol’, Harus Ada Tindakan Tegas

Bojonegoro (Media Center)
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, tingkat pelunasan Pajak Bumi dan Bangunannya (PBB) masih jauh di bawah harapan diantaranya Kecamatan Gayam, Kalitidu, Trucuk dan Padangan.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Bojonegoro, Hari Kristanto, Kamis (12/12/2013) melalui rilisnya, untuk Kecamatan Gayam pelunasan PBB masih 44,33 persen, kemudian disusul Kecamatan Kalitidu 46,23 persen, selanjutnya Kecamatan Trucuk 45,69 persen dan Kecamatan Padangan 64,50 persen.

Pelunasan PBB itu terungkap saat Rapat Evaluasi Pemungutan PBB-P2 yang digelar di Ruang Batik Madrim Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Kamis (12/12) pagi tadi.

“Agar beberapa pihak baik pemerintah desa, kecamatan dan Dinas Pendapatan untuk mengkaji ulang hal-hal apa yang menyebabkan tidak terpenuhinya target penerimaan sektor PBB di beberapa kecamatan,” ujar Drs. H. Setyo Hartono MM, Wakil Bupati Bojonegoro yang memimpin jalannya Rapat Evaluasi tersebut.

Setyo Hartono menjelaskan, hal itu diperlukan agar dapat mengetahui penyebab utamanya. “Apakah karena ada pemekaran ataukah faktor lain tentunya,” tambahnya. Setyo Hartono juga menyampaikan bahwa nyantholnya pembayaran PBB merupakan masalah klasik yang sering terjadi dilapangan dan harus segera mendapatkan tindakan.

“Tindakan tegas harus diberikan kepada mereka yang menyalahgunakan kewenangan,” pungkasnya. (ramcb)

 

rekap pbb

Leave a Comment