Share

Waduk Dangkal, Pengairan Sawah Tak Maksimal

Bangunan Waduk Sonorejo di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, memprihatinkan. Bangunan penampang waduk seluas dua hektare itu rusak dan ambrol di beberapa titik. Namun hingga kini, kondisi waduk yang rusak itu tak kunjung diperbaiki.

Bojonegoro (Media Center) – Bangunan Waduk Sonorejo di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, memprihatinkan. Bangunan penampang waduk seluas dua hektare itu rusak dan ambrol di beberapa titik. Namun hingga kini, kondisi waduk yang rusak itu tak kunjung diperbaiki.

Menurut Karmadi, pengurus Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Desa Sonorejo, bangunan penampung Waduk Sonorejo telah mengalami kerusakan sejak musim kemarau lalu.

“Padahal fungsi Waduk Sonorejo sangat penting untuk menampung dan menyuplai air bagi persawahan seluas 200 hektare,” ujarnya.

Selain bangunannya rusak, Waduk Sonorejo juga mengalami pendangkalan parah. Kini debit air yang bisa ditampung di Waduk Sonorejo hanya separuh dari kemampuan daya tampung semula. Seharusnya, kata Karmadi, dasar Waduk Sonorejo dikeduk saat musim kemarau agar bisa menampung cadangan air lebih banyak.

Hal serupa juga terjadi di Waduk Blibis yang terletak di Dusun Glagah, Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro juga memprihatinkan. Waduk yang berada di pinggir hutan itu kini tidak terawat. Bangunan pintu air terlihat rusak dan ambrol. Begitu pula saluran pelimpas air terlihat rusak dan tidak berfungsi.(**mcb)

Leave a Comment