Share

Waduk Masih Kosong, Petani Bojonegoro Tunda Masa Tanam

Mendekati akhir bulan Januari 2015, sejumlah waduk di Kabupaten Bojonegoro belum penuh terisi air. Akibatnya, banyak petani yang kesulitan mendapatkan air untuk menanam padi.

Bojonegoro (media Center) – Mendekati akhir bulan Januari 2015, sejumlah waduk di Kabupaten Bojonegoro belum penuh terisi air. Akibatnya, banyak petani yang kesulitan mendapatkan air untuk menanam padi.

Waduk Sonorejo di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro misalnya yang hingga kini belum terisi air. Air hanya terlihat sedikit di dasar waduk. Namun, tampungan waduk seluas dua hektare itu terlihat masih kosong belum terisi air.

Menurut Karmadi, pengurus Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Desa Sonorejo, hingga kini kondisi Waduk Sonorejo masih belum terisi air. Padahal, pada bulan Desember hingga Januari tahun sebelumnya biasanya waduk sudah terisi penuh air.

“Karena air di waduk kosong, petani tidak bisa mulai menanam padi,” keluhnya.

Waduk Sonorejo itu menjadi penyuplai air irigasi untuk 200 hektare areal persawahan di Desa Sonorejo, Donan, Ngradin, Ngasinan, Cendono, dan Purworejo di wilayah Kecamatan Padangan.

Menurtnya, banyak petani terpaksa menunda menanam padi hingga kebutuhan air terpenuhi. Karena terlambat memulai masa tanam padi, diperkirakan masa tanam padi tahun ini hanya bisa berlangsung sekali. Padahal, biasanya selama musim hujan petani bisa menanam padi dua kali.

Hal yang sama juga terjadi di Waduk Ngradin yang berada di Desa Ngradin, Kecamatan Padangan, juga Waduk Blibis di Dusun Glagah, Desa/Kecamatan Purwosari. Hingga kini waduk yang berada di dekat kawasan hutan Kendung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan ini juga belum terisi air. Air hanya terlihat di kubangan di dasar waduk. Air yang sedikit itu diambil oleh petani dengan memakai mesin pompa diesel lalu dialirkan ke persawahan.(**mcb)

Leave a Comment