Share

Warga CPR Bojonegoro Tarawih Dijalanan

Menurut warga perumahan bersubsidi tersebut, sejak akhir tahun 2013 lalu warga telah beberapa kali mencoba melakukan pendekatan kepada pihak pengembang, namun hingga saat ini mereka hanya dijanjikan akan segera diberi lokasi untuk pendirian tempat ibadah

Bojonegoro (Media Center) – Alas terpal seadanya dan terop pinjaman, menjadi modal bagi warga Perumahan Citra Permata Rajekwesi (CPR) untuk menjadikan momentum ramadhan sebagai ajang bersilahturahmi. Maklumlah, warga perumahan yang ada di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur tersebut, hingga dua tahun berdiri belum mempunyai fasilitas umum berupa tempat ibadah.

“Terpaksa kami melakukan shalat tarawih di jalanan, karena permintaan kami kepadda pihak pengembang juga belum terwujud,” jelas Prasetiyo, salah satu warga setempat saat bersama warga lainnya bergotong royong menyiapkan lokasi shalat tarawih.

Menurut warga perumahan bersubsidi tersebut, sejak akhir tahun 2013 lalu warga telah beberapa kali mencoba melakukan pendekatan kepada pihak pengembang, namun hingga saat ini mereka hanya dijanjikan akan segera diberi lokasi untuk pendirian tempat ibadah. “Dari hasil pertemuan, kami dijanjikan tapi ya tidak jelas realisasinya,” tambahnya.

Mengingat jumlah penduduk yang semakin padat dan merasa perlu untuk lebih mengenal satu sama lain, maka tiga RT yang ada di perumahan yang dikembangkan oleh PT Citra bangun Sejahtera sepakat untuk berusaha menggelar tarawih di lingkungan sendiri. “Karena penduduknya baru, maka perlu juga untuk ajang silahturahmi dan mengakrabkan diri,” jelas Imron, warga lainnya.

Menurut warga, di perumahan tersebut belum juga disediakan fasilitas umum dan sosial yang telah diatur dalam undang-undang, diantaranya adalah pos kemanan, ruang terbuka dan tempat ibadah. Melihat kondisi tersebut, selain terus mendesak pihak pengembang, warga akhirnya secara swadaya berusaha memenuhi hal tersebut. “Rencananya semua akan kami laporkan, karena itu hak kami,” tambahnya.

Sementara itu, rumah salah satu warga yang selama ini menjadi mediator antara pihak pengembang dengan warga lingkungan CPR, tampak kosong saat dilakukan kerja bakti dalam rangka mempersiapkan lokasi tarawih. Mediator tersebut kebetulan adalah staf manajemen dari pengembang perumahan tersebut. (*/mcb)

2 Comments on this Post

  1. salepo utomo

    Seharusnya pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui dinas dinas terkait yaitu Dinas Pekerjaan Umum seharusnya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan termasuk ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial, bukan seperti yang terjadi di perumahan CPR Ngumpak Dalem yang seakan akan dilepas sama sekali. Perlu diketahui bahwa warga di CPR sudah sangat berpartisipasi dengan cara swadaya mewujudkan fasilitas penerangan jalan yang diambil dari masing-masing persil.Sedangkan mereka setiap pembelian token dikenakan PPJ sebesar 9-10%. Fasilitas sosial di perumahan CPR tidak ada lahan lagi karena lahan yang mempunyai nilai ekonomis sudah terjual. Ini butuh keseriusan dari pemerintah dan apabila perlu Black List Developer yang hanya memikirkan keuntungan perusahaan seperti PT. Citra Bangun Sejahtera.

    Reply
  2. Yat Gayor Bin Ta'is

    Waaah fasilitas ibadah kok gak di utamakan, seharusnya pembangunan rumah ibadah sudah masuk planing sebelum perumahan dibangun. Kegiatan tarawih di jalanan ini bentuk tamparan keras bagi pengembang perumahan CPR……. Ngumpakdalem

    Reply

Leave a Comment