Share

Warung Remang-remang Ponpin dan Cafe Centro Ditutup Warga

Warga Kelurahan Ngroworejo Kecamatan Bojonegoro, Minggu malam melakukan aksi penutupan warung-warung yang biasa menjajakan minuman keras (miras) dan praktek prostitusi terselubung.

Bojonegoro (Media Center) – Warga Kelurahan Ngroworejo Kecamatan Bojonegoro, Minggu (17/08/2014) malam melakukan aksi penutupan  warung-warung yang biasa menjajakan minuman keras (miras) dan praktek prostitusi terselubung. Warung-warungitu berlokasi di salah satu ruas jalan di RT 20 dalam wilayah kelurahan setempat itu, tepatnya di Jalan Pondok Pinang, sebelah selatan Jalan Pemuda.
Aksi yang diikuti sekitar 200 warga dengan mengendarai sepeda motor dan berjalan kaki itu, disinyalir telah diketahui oleh para pemilik warung, sehingga saat aksi warga berlangsung, suasana dilokasi telah sunyi. Aksi warga berlangsung dengantertib dengan pengawalan petugas Polsek Bojonegoro Kota dan Satpol PP Pemkab Bojonegoro.
“Aksi ini bocor sudah diketahui para pemilik warung, tapi kami tetap ingin pemiliknya tinggalkan warung ini selama lamanya,“ kata Ketua RT 20 Budi yang disambut dengan sorak peserta aksi. Warung sasaran aksi itu diketahui telah beroperasi sejak empat tahun lalu di atas tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Meski berlangsung tertib, emosi warga sempat membuat suasana ricuh, hal itu lantaran sikap sal;ah satu pemilik warung, Wiwik, yang nekad bersembunyi dan membohongi warga bahwa warung miliknya bukanlah tempat karaoke. Beruntung Wiwik berhasil diamankan oleh tokoh warga dan bergegas meninggalkan lokasi.
Peserta aksi yang terdiri dari karang taruna dan pengurus Masjid Nurul Kelurahan Ngroworejo itu memasang tiga spanduk yang bertuliskan menolak aktifitas warung. Kemudian aksi di lanjutkan  Cafe Resto Centro yang berlokasi di timur Jalan Pondok Pinang.
Disana ditemukan sepuluh wanita yang sedang melayani pengunjung di sejumlah ruangan karoeke yang berada di lantai dua. Semuanya berlarian keluar dari ruangan, warga kemudian melakukan aksi menyemprotkan cat di tembok ruang karaoke dengan tulisan merah ‘Ditutup’.
Setelah melakukan aksinya, manajemen cafe dan perwakilan warga menggelar pertemuan yang dimediatori oleh polisi bersama Satpol PP. Dalam pertemuan itu, disepakati aktifitas disana dihentikan untuk sementara.
“Untuk Cafe Centro perlu dipertemukan kembali antara warga dengan pemiliknya di Kantor Kecamatan, rencananya besok (Hari Ini :Red) dan untuk warung miras di Jalan Pondok Pinang, kami wajib mendukung keinginan warga, “ kata Kepala Satpol PP Pemkab Bojonegoro Kusbiyanto di lokasi.
Romi pemilik Cafe Centro tidak berkomentar dengan adanya aksi warga dan bersedia untuk bertemu kembali. Sedangkan sebelas pemilik warung miras di Jalan Pondok Pinang belum dapat dikonfirmasi. Mereka itu diantaranya, Kasdi, Mak Tun, Sujak, Eko, Andi, Kaslan, Kasiman, Gito, Mbak Win, Surono dan Wiwik. (raisya/**mcb)

Leave a Comment