Share

Waspadai Peredaran Narkoba di Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center)- Kepolisian Resort Bojonegoro menghimbau kepada masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak remaja untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam narkotika dan Obat-obatan terlarang (Narkoba). Sebab, peredaran barang haram itu sudah merambah wilayah Bojonegoro.

Menurut Kapolres Bojonegoro, Hendri Fiuser, distribusi obat Daftar G yang ada di Wilayah Hukum Polres Bojonegoro rata-rata mengarah kepada para remaja.

“Jenis obat terlarang itu banyak diedarkan tanpa memiliki edar dan keahlian khusus,” ujarnya.

Saat ini banyak kasus peredaran obat Daftar G atau jenis obat berbahaya. Bahkan tiga orang tersangka telah berhasil diamankan karena terbukti mengedarkan obat daftar G.

“Ketiganya menjual obat terlarang tanpa memiliki dokumen resmi dan keahlian khusus,” imbuhnya.

Disamping obat daftar G, polisi juga berhasil menyita ratusan butir obat double L. pelaku rata-rata telah mengedarkan obat-obatan terlarang ini dengan cara ditawarkan kepada konsumen langsung.

“Kebanyakan sasarannya adalah pemuda,” imbuhnya.

Dari tangan tiga pelaku yang kini diamankan yakni, Inisial LN 32 tahun, dan SPN 47 tahun, keduanya warga Desa Kendung, Kecamatan Kedungadem, polis berhasil menyita 70 butir obat daftar G.

Kedua tersangka ini diamankan dirumahnya pada 07 Mei 2015 lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, polisi yang mendapat informasi dari masyarakat danya penjualan obat terlarang langsung melakukan pengecekan di lokasi dan ternyata benar adanya.

“Pelaku ini modusnya berjualan atau pengedar,” terangnya.

Sementara satu tersangka atas nama Andreas Hendro, 22 tahun, warga Gang Perdamaian, Desa Tlumbung, Kecamatan Sumberrejo, polisi mengamankan 910 butir obat daftar G yang dibungkus menggunakan plastik klip. Selain itu juga mengamankan handphone, rokok dan uang senilai Rp15.000.

Modus tersangka mengedarkan kepada anak muda dengan cara memesan terlebih dahulu. Setelah itu baru diantar kepada pemesan. Tersangka diamankan pada 11 April 2015 sekita pukul
21.00 WIB.

“Katanya obat ini (Daftar G) bisa meningkatkan energi (dopping,red),” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dua tersangka Inisial LN dan SPN, terancam Pasal 196 Jo Pasal 98 (2) (3) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Sedangkan tersangka Andreas Hendro terancam pasal Pasal 196 Jo Pasal 98 (2) (3) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar, serta Pasal 197 Jo Pasal 106 (1) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara denda Rp1,5 miliar.(dwi/*mcb)

Leave a Comment